Sabtu, 17 September 2011

Script untuk membuat komputer berbicara sesuai dengan kata yang kita tulis

Saat sekarang sudah tidak aneh lagi komputer mengeluarkan voice / suara, membacakan untuk kita sederetan kata atau kalimat yang ada pada suatu dokumen (text).
Tetapi tidak ada salahnya kita mencoba sendiri script sederhana untuk mengkonversi / mengubah tulisan menjadi voice, yaitu dengan menggunakan notepad.






• Buka Notepad
• Copy dan Pastekan pada notepad script berikut ini


Dim message, sapi
message=InputBox("What do you want me to say?","Speak to Me")
Set sapi=CreateObject("sapi.spvoice")
sapi.Speak message

• Simpan file dengan nama bebas terserah anda dengan extension .vbs
( namaterserahanda.vbs ) bukan berektension .txt
• Untuk menjalankan dobel klik file yang telah dibuat, ketikkan tulisan yang ingin dikonversikan ke voice
• Klik OK untuk mendengarkan.
Read More..

Jumat, 16 September 2011

Memperbaiki WMI Service





Bagi yang belum mengetahui apa itu WMI ( Window Management Instrumentation )
Silahkan lihat di Pengenalan WMI
Seandainya ada aplikasi atau skrip yang biasanya berjalan normal, namun tiba-tiba tidak bekerja lagi. Mungkin terjadi corrupt di WMI repository. untuk memperbaikinya kamu harus menginstall ulang WMI. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

* Klick Start, Run and ketik CMD
* ketik perintah ini dan tekan Enter:

net stop winmgmt

* Gunakan Windows Explorer, kemudian cari folder %systemroot%\system32\wbem dan hapus folder Repository . Biasanya, folder Repository berada di C:\Windows\system32\wbem.

* kemudian kembali ke Command Prompt window, dan ketik:

net start winmgmt
Registrasi ulang WMI komponen

file .DLL dan .EXE yang biasanya ada di WMI berada di %windir%\system32\wbem. kamu harus meregistrasi ulang file-file tersebut. Jika kamu menggunakan sistem 64-bit kamu juga harus cek file-file .DLLs and .EXE di %windir%\sysWOW64\wbem.

Untuk meregistrasi ulang WMI komponen, jalankan perintah ini di command prompt:

cd /d %windir%\system32\wbem

for %i in (*.dll) do RegSvr32 -s %i

for %i in (*.exe) do %i /RegServer


Read More..

Topologi Jaringan






Macam-Macam Topologi Jaringan

Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus, star, dan ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi topologi tree dan mesh yang merupakan kombinasi dari star, mesh, dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini maka lahir pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. Berikut topologi-topologi yang dimaksud:



  1. Topologi Bus
    Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.

    Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

    Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

    ciri-ciri dari topologi bus : 1. Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris 2. Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer 3. Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer 4. Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T 5. Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor 6. Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain 7. Susah melakukan pelacakan masalah 8. Discontinue Support.

    * Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

    *Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

    Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node).


  2. Topologi Ring (Cincin)
    Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
    Kelebihan
    * Hemat Kabel
    * Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

    Kelemahan
    * Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
    * Pengembangan jaringan lebih kaku
    * Sulit mendeteksi kerusakan
    * Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
    * Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus


  3. Topologi Star (Bintang)
    Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

    Kelebihan
    * Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
    * Tingkat keamanan termasuk tinggi.
    * Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
    * Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

    Kekurangan
    * Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

  4. Topologi Tree (Pohon)
    Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.

    Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

    Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
  5. Topologi Mesh (Tak beraturan)
    Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Read More..

Selasa, 13 September 2011

Jenis-Jenis Jaringan Komputer





JENIS JARINGAN KOMPUTER
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu; 
 
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Read More..

Kamis, 28 Juli 2011

Disket Media Penyimpanan yang Telah Ditinggalkan



Disket? Ya nama benda yang satu ini adalah “disket”. Mungkin sebagian anak muda zaman sekarang tidak begitu familiar dengan benda “kecil” yang satu ini. Namun jika Anda sudah mengenal komputer pada era 80an hingga awal 2000an, maka benda ini sudah bisa dipastikan menjadi pegangan Anda sehari-hari, layaknya flash disk pada saat ini. Lalu apakah disket sama dengan flash disk? Ya tentu saja, fungsi kedua benda ini memang sama-sama sebagai media penyimpanan, namun dibedakan oleh ukuran dan kapasitasnya.

Saat ini sudah tidak begitu banyak orang yang menggunakan disket atau istilah komputernya disebut floppy disk, bahkan bisa dibilang barang langka, karena sudah tergusur dengan media penyimpanan lain seperti CD-RW, DVD-RW, Flash disk atau Zip drive. Kalau dulu sih pada saat merakit PC atau melihat paket-paket penjualan yang diberikan oleh toko. Tanpa adanya floppy disk kok sepertinya masih ada yang kurang. Tapi ya begitulah kenyataannya, lain dulu lain sekarang.

Sejarah floppy dimulai di tahun 1967, saat IBM memerintahkan divisi media penyimpanannya untuk menciptakan sebuah sistem yang sederhana dan tidak mahal untuk meloading microcode ke dalam mainframe mereka yaitu 370. Mainframe 370 adalah mesin yang pertama menggunakan memory semikonduktor, dimana pada saat daya listrik dimatikan, microcode harus di-load ulang. Normalnya, tugas itu bisa dilakukan dengan menggunakan tape drive. Tapi tape drive tersebut terlalu besar dan lambat, sedangkan IBM menginginkan sebuah alat yang lebih cepat dan kecil serta dapat di gunakan untuk transfer data antar komputer. Untuk membandingkan ukurannya dibawah ini saya tampilkan gambar komputer dan tape drivenya.


Tape Drive
Di bawah pimpinan seorang yang bernama Alan Shugart, para teknisi di IBM berhasil mengembangkanfloppy disk yang pertama di tahun 1971. Pada waktu pertama kali ditemukan, namanya bukanlah floppy, melainkan memory disk. Nama “floppy” yang berarti fleksibel muncul karena memory disk tersebut sangat fleksibel. Di jaman itu, floppy dianggap sebagai penemuan yang revolusioner karena portable dan memudahkan transfer data.



Disket 8 inchi
Floppy disk pertama itu berukuran 8 inchi (20cm), dapat menampung 80 KB dan terbuat dari oksida besi bermagnet. Pada floppy itu dulunya belum ada jaket pelindung yang terbuat dari plastik seperti yang ada sekarang ini. Tapi karena debu dan kotoran menjadi masalah yang serius, mereka membungkus floppy tersebut dengan plastic yang dilapisi kain untuk membersihkan debu yang menempel . Tahun 1975, sebuah perusahaan yang bernama Burrough Corporation mengembangkan prototype floppy drive berukuran 5 1/4 inci. Namun dalam kelanjutannya, Burroughs Corporation memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini.

Di tahun 1976, Jim Adkisson yang merupakan salah satu bekas pegawai Alan Shugart ditawarkan proyek oleh Wang Laboratories. Menutrut Wang, format disk 8 inci terlalu besar untuk digunakan pada computer desktop yang sedang meraka kembangkan saat itu. Ada fakta yang menarik mengenai disk berukuran 5 1/4 inci ini. Saat melakukan pertemuan dalam sebuah bar di Boston, Adkisson bertanya kepada An Wang yang merupakan pimpinan dari Wang laboratories, sebesar apakah disk yang ia inginkan?. Kemudian Wang menunjuk ke sebuak serbet makan dan berkata “sebesar ini”. Jin Adkisson lalu membawa serbet itu yang kemudian dijadikan ukuran standar untuk disk 5 1/4 inci.


Disket 3 1/2 inchi dan 5 1/4 inchi
Pada awal tahun 80-an, disk 5 1/4 inci mulai digeser kedudukannya. Berbagai ukuran disk ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Mulai dari ukuran 2 inci, 2 1/2 inci, 3 inci dan 3 1/2 inci. Dan masing-masing system computer menggunakan formatnya sendiri-sendiri. Di tahun 1981, Sony memperkenalkan disknya yang berukuran 3 1/2 inci. Tapi semuanya berubah di tahun 1984 saat Apple Computer memilih format disk produksi Sony tersebut. Pihak Apple menggunakan disk tersebut untuk di pasangkan di computer Macintosh yang akhirnya menjadi standar di Amerika.

Seperti semua teknologi, disk 3 1/2 inci ini juga mengalami evolusi. Pada awalnya , disk ini mempunyai kapasitas 360 KB untyuk single sided dan 720 KB untuk yang double sided. Sebuah format baru yang bernama high density meningkatkan kapasitasnya menjadi 1,4 MB. IBM< menggunkan format high density itu pada computer seri PS/2 di tahun 1987. Sedangkan Apple mulai menggunakannya pada MacIntosh IIx di tahun 1988. Namun, justru Apple Macintosh yang dulunya mempopulerkan penggunaan floppy ini, mulai menghilangkannya di produk iMac pada tahun 1998.


Perbandingan Ukuran Disket
Kini, setelah teknologi berkembang dengan lebih cepat, keberadaan disket digantikan dengan CD-RW yang memiliki kapasitas maksimum 700 MB dan kemudian berevolusi dengan diproduksinya DVD-RW dengan kapasitas maksimum 8 GB, hingga diproduksinya Flash Disk dengan kapasitas maksimum 16 GB dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari disket. Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah nasib disket-disket tersebut sekarang?. Pihak Sony sebagai satu-satunya produsen disket saat ini telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan total produksinya pada awal tahun 2011. Walaupun Di masa jayanya tahun 2000, Sony sempat mengapalkan sampai 47 juta unit disket. Namun kedatangan perangkat penyimpanan baru seperti USB drive atau CD secara perlahan membunuh disket.




 
Pictured, top to bottom…

  • Wang 15 inch Disk Pack, 228 Mb
  • 8 inch floppy disk, (varied)
  • 5-1/4 inch floppy disk, 360 Kb
  • 3.5 inch diskette, 1.44 Mb
  • 3.5 inch Iomega Zip Disk, 100 Mb
  • and 5-1/4 inch diskette drive on left

5 1/4 disket drive


Read More..

Rabu, 27 Juli 2011

Penomoran Internet Protokol (IP)




Dalam protokol TCP/IP, TCP berfungsi sebagai pengirim dan penerima data. Sedangkan IP berfungsi sebagai identitas komputer di dalam jaringan. Alamat IP dibuat dan dikelola oleh suatu badan dunia yang bernama Institute Assigned Numbers Authority (IANA)
  1. Pada saat ini ada 2 versi alamat IP (internet protokol), yaitu:
    • IP versi 4 (IPv4); memiliki panjang 32 bit dengan jumlah sekitar 4 milyar alamat IP. IPv4 terdiri dari 4 oktat, dimana setiap oktat dibatasi dengan titik yang merupakan bilangan dengan angka maksimal 8 bit. Jika didesimalkan, angka yang diperbolehkan dalam tiap oktat antara 0 sampai 255.
    • IP versi 6 (IPv6); merupakan alamat IP yang memiliki panjang 128 bit. Alamat IPv6 dirancang untuk menggantikan IPv4, hal ini dikarenakan alamat IPv4 yang semakin menipis jumlahnya seiring dengan semakin banyaknya komputer yang terhubung dengan jaringan internet, dapat mengkonfigurasi sekitar 3403 X 10^38 alamat IP.
    • Struktur Bagan Internet Protokol versi 4 (IPv4);
    192 168 0 40
    1 kotak = 1 oktat = 8 bit = 1 byte. Jadi, dalam suatu nomor IPv4 terdiri dari 4 oktat atau sama dengan 32 bit.
  2. Konfigurasi pada jaringan komputer saat ini, kebanyakan masih menggunakan IPv4. IPv4 dibagi menjadi beberapa kelas A, B dan C. Masing-masing kelas memiliki perbedaan pada struktur Network ID dan Host IDnya.
  3. Pada IPv4 kelas A, Network ID terletak pada oktat pertama, sedangkan 3 oktat berikutnya merupakan Host ID. Kelas ini diperuntukan bagi jaringan dengan komputer yang sangat banyak hingga 16.774.214 unit komputer dalam 1 jaringan, dengan jumlah maksimal 126 jaringan.
  4. Pada IPv4 kelas B, Network ID terletak pada oktat pertama dan kedua, sedangkan Host ID terletak pada oktet ketiga dan keempat. Pada kelas ini komputer yang dihubungkan tidak terlalu banyak seperti pada kelas A. Komputer yang dapat dihubungkan maksimal 65.534 unit komputer dalam 1 jaringan, dengan maksimal 16.384 jaringan.
  5. Pada IPv4 kelas C, Network ID terletak pada oktat pertama, kedua dan ketiga. Oktat terakhir merupakan Host ID. Kelas ini dirancang untuk komputer dengan jumlah yang sedikit, maksimal 254 komputer dalam 1 jaringan dan dengan jumlah maksimal 2.097.151 jaringan.
  6. Pada jaringan komputer lokal atau LAN, harus menggunakan IP Private atau IP Lokal. Alamat IP ini bebas digunakan pada jaringan komputer lokal manapun. Masing-masing kelas dalam IPv4 memilik alokasi IP Private:
    • Kelas A : 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254
    • Kelas B : 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254
    • Kelas C : 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254
  7. Konfigurasi alamat IP pada suatu jaringan harus memperhatikan aturan Network ID 192.168.0.xx, maka seluruh komputer pada jaringan tersebut harus menggunakan Network ID 192.168.0.xx. Sedangkan pada Host ID kita dapat memilih angka dari 1 hingga 254, tidak harus berurutan ataupun tidak boleh sama.

Read More..

Satuan Data Dalam Sistem Komputer



1 byte = 8 bits = 1 character = binary digit
1 kilobyte (KB)   = 2^10 bytes = 1,024 bytes
1 megabyte (MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
1 gigabyte (GB)    = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
1 terabyte (TB)    = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
1 petabyte (PB)    = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes
1 exabyte (EB)     = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes
1 zettabyte (ZB)   = 2^70 bytes = 1,180,591,620,717,411,303,424 byte
1 yottabyte (YB)  = 2^80 bytes = 1,208,925,819,614,629,174,706,176 byte
1 brontobyte (BB)= 2^90 bytes = 1,237,940,039,285,380,274,889,124,224 byte
Read More..